
Upaya penguatan kapasitas Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terus digalakkan di tingkat desa sebagai strategi meningkatkan kemandirian ekonomi masyarakat. Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Muhadi Setiabudi (UMUS) bersama Pemerintah Desa Mulyasari, Kecamatan Losari, Cirebon, menggelar Workshop Pemberdayaan UMKM melalui Pelatihan Branding dan Pemasaran Digital Berkelanjutan.
Kegiatan yang berlangsung di Balai Desa Mulyasari ini dihadiri oleh pelaku UMKM, perangkat desa, dan masyarakat umum. Peserta mendapatkan pembekalan mengenai strategi membangun identitas merek (branding) produk, pengelolaan konten kreatif, serta pemanfaatan e-commerce dan media sosial sebagai sarana pemasaran berkelanjutan.
Ketua Kelompok KKN Desa Mulyasari, Nur Azkiyatun Salsabila, menegaskan bahwa pelatihan ini tidak hanya bersifat teknis, tetapi juga strategis.

“Kami ingin para pelaku UMKM memiliki mindset digital yang berkelanjutan, sehingga produk lokal tidak hanya berhenti pada pasar desa, tetapi juga mampu menembus pasar regional maupun nasional,” ujarnya.
Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), M. Badrun Zaman, M.H., turut mengapresiasi kegiatan ini. Menurutnya, workshop tersebut merupakan bentuk nyata kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat dalam menghadapi tantangan era digital.
“Perguruan tinggi memiliki tanggung jawab sosial untuk memberdayakan masyarakat. Literasi digital UMKM menjadi salah satu pintu masuk penting dalam meningkatkan daya saing desa,” jelasnya.
Kepala Desa Mulyasari menyambut baik kegiatan ini dan berharap adanya keberlanjutan. “UMKM adalah tulang punggung ekonomi desa. Dengan adanya pendampingan seperti ini, kami optimis Mulyasari dapat tumbuh sebagai desa dengan produk unggulan yang dikenal lebih luas,” ungkapnya.
Melalui kegiatan ini, UMKM Desa Mulyasari diharapkan mampu memperkuat branding produk, memperluas jaringan pemasaran, dan menerapkan strategi digital marketing yang adaptif serta berkelanjutan dalam rangka meningkatkan kemandirian ekonomi desa.

Leave a Reply